7.04.2015

Stop Vandalisme dan Nikmati Keindahannya

Sering sekali ketika kita sedang melakukan kegiatan melintasi alam seperti mendaki gunung atau pun  wisata di pulau atau pantai kita sering mendengar kata "Vandalisme" mungkin bagi sebagian orang tidak tahu apa itu vandalisme. Nah disini saya akan sedikit membahas arti vandalisme biar para pembaca tahu apa arti dari kata vandalisme dan bagaimana akibat dari sebuah perbuatan vandalisme, KataVandalisme adalah sebuah aksi dimana aksi tersebut bersifat merusak dan menghancurkan hasil karya orang lain dan barang berharga secara kasar dan ganas serta mengganggu mata. Awalnya, vandalisme itu berasal dari kata vandal atau vandalus yang merujuk pada suatu suku di sebuah bangsa, lebih tepatnya bangsa Jerman kuno. Kaum tersebut memperluas jangkauan wilayah kekuasaannya sampai Spanyol dan Afrika Selatan, lho. Saat ingin menguasai Roma pada 455 Masehi, kaum ini menghancurkan karya seni yang ada di Roma. Maka dari itu, vandalisme merujuk pada perilaku kaum tersebut, yaitu menghancurkan dan merusak karya indah secara sengaja (kompasiana). Nah setelah mengetahui arti kata dari vandalisme bisa kita ambil kesimpulan bahwa tindakan vandalisme merupakan tindakan merusak dan sangat merugikan, apalagi kegiatan vandalisme itu dilakukan di alam nusantara in segala sesuatu yang tadinya indah begitu terkena tangan manusia menjadi tidak indah dan menjadi hancur. Kita bisa melihat ulah perbuatan manusia ini mengakibatkan berkurangnya keindahan alam ini. Alam yang seharusnya kita jaga untuk anak cucu kita, alam yang seharusnya dapat kita nikmati  malah kita rusak dengan mengotori dan merusaknya, banyak sekali kita lihat seperti di gunung banyak sekali coretan-coretan yang merusak pandangan mata, coretan - coretan tangan di batu-batu gunung, di tebing- tebing, dan juga puncak triangulasi gunung, yang seharusnya ketika kita sudah sampai puncak dan ingin menikmati keindahan alam dari puncak malah melihat coretan-coretan yang merusak keindahan. Kita sebagai pendaki sebagai sahabat alam yang seharusnyaa menjaga alam malah melakukan kegiatan vandalisme, apakah kita tidak malu dengan predikat pecinta alam tapi malah merusak alam ??????? apakah tidak terpikir bahwa yang harusnya pecinta alam lakukan adalah menjaga alam dan nikmati keindahannya ?? Sudah saatnya kita sebagai pecinta alam benar-benar mencintai alam dan menjaga kelestariannya agar kita dapat mewariskan keindahan alam kita kepada anak cucu kita, kitalah yang seharusnya menjaga dan merawat agar alam kita tidak marah dan murka terhadap kita..
 tidakkah kita sedih melihat alam kita di coret coret seperti ini ......
dan juga yang ini

tidakkah kalian sedih melihat alam yang seharusnya kita bisa nikmati malah kita rusak,, wahai para pendaki tidakkah kalian ingat syair lagu berikut:

Pendaki gunung sahabat alam sejati
Jaketmu penuh lambang, lambang kegagahan
Memproklamirkan dirimu pencinta alam
Sementara maknanya belum kau miliki
Ketika aku daki dari gunung ke gunung
Disana kutemui kejanggalan makna
Banyak pepohonan merintih kepedihan
Dikuliti pisaumu yang tak pernah diam
Batu – batu cadas merintih kesakitan
Ditikam belatimu yang bermata
Hanya untuk mengumumkan pada khalayak
Bahwa disana ada kibar benderamu…
Oh alam.. korban keakuan
Oh alam.. korban keangkuhan
Maafkan mereka yg tak mau mengerti

Mari kita Hentikan Vandalisme di gunung - gunung maupun di alam Indonesia ini dan ingatlah bahwa semua yang ada di alam kita ini harus selalu kita jaga, jangan hanya perdikat pecinta alam tapi kelakuan malah merusak alam.

7.01.2015

Mendaki dan HidupKu

Belum lama aku mendalami dunia pendakian, aku sangat buta dengan yang nama navigasi darat, teknik survival, dll namun aku membulatkan tekadku untuk melakukan pendakian menerusi hobi dan kegemaran tanteku. Pendakian pertamaku kuputuskan untuk mendaki G. Slamet di Purbalingga pada tanggal 30 Desember 2014  disinilah saya merasakan sebuah kenikmatan yang tidak bisa saya utarakan kenikmatan yang hanya bisa saya rasakan didalam hati saya, pada saat itulah saya sangat mencintai yang namanya mendaki, mendaki bagaikan jiwa dan hati saya keinginan dan semangat untuk selalu mendaki terus timbul bagaikan aliran arus sungai yang sangat deras menerpa pikiran saya, kenangan demi kenangan itu selalu muncul dan dari kenangan itu saya tidak akan pernah berhenti mendaki. Lelah, letih,capek, kram merupakan hal yang selalu timbul dan muncul ketika mendaki namun ada sahabat dan teman yang selalu membuat semua itu menjadi ringan, semangat dan dorongan dari rekan sahabat pendakilah yang tidak akan pernah bisa terlupakan, mereka semualah yang membuat mendaki itu menjadi sebuah kesenangan dan sebuah keindahan, pada saat mendaki ciremai saya  bertemu dengan sahabat yang bernama mas eno dan bang ozi serta rekan-rekan dari ciputat, azmi atau bang gondrong, uka, eko si black, dan banyak yang tidak saya sebutkan, disitu saya ingat sekali prinsip yang diberikan mas eno kepada kita "Sekali kita kenal selamanya kita kawan" dan kata-kata mas eno tidak pernah bisa saya lupakan, dan mereka semua adalah sahabat baru saya yang saya dapatkan ketika mendaki gunung ciremai, canda dan tawa ketika mendaki selalu  timbul, lalu adalagi pendakian terakhir saya yaitu pendakian ke G. Lawu disnilah saya bisa mengerti bahwa mendak itu bisa sekali merubah seseorang yang tadinya seorang pencandu alkoholik, pencandu dunia malam dan bisa menjadi orang yang tidak suka dengan dunia malam bahkan lebih mencintai dunia mendaki, iya yang saya katakan itu benar itu terjadi pada adik saya rekan saya sahabat mendaki saya yaitu Faisal Akbar dari Klender, dia dulunya adalah seorang yang sangat sering dugem di club club jakarta berbagai macam minuman dan sebagainya mungkin sudah dicoba namun berkat rekannya yang mengajak mendaki akhirnya dia awalnya ketika saya yang mengajak dia mengatakan, "buat apa sih mendaki capek capekin aja mending dugem ajalah ka" dan sekarang dia lepas dari yang namanya dunia malam dan dugem dan lebih sering mendaki gunung. Disinilah terkadang merasa heran dengan yang namanya mendaki begitu besar pengarunhnya terhadap manusia bisa membuat yang tadinya tidak suka menjadi suka dan yang tadinya tidak ingin naik menjadi selalu ingin mendaki, 
satu hal yang terpenting ketika mendaki, mendaki melintasi alam, alam nan subur harus selalu dijaga mendaki bukan sebuah kegiatan merusak alam melainkan menjaga dan melestarikan hilangkan vandalisme terhadap alam biarkanlah alam yang indah terbentang luas seperti awal diciptakan kita sebagai penjaga kelestarian alam untuk anak cucu kita agar dapat merasakan keindahan alam Nusantara.

Spesial Thanks untuk rekan-rekan yang selalu menemani saya mendaki, mas eno, bang uzi, bang ozi, nanang, faisal, ncek, uka, eko(black), azmi (gondrong), aris yang udah menjadi rekan saya yang waktu itu nolongin saya pada saat digunung, sekali lagi thank banget buat kalian, dan buat temen2 smua yang ga disebutin namanya sekali lagi thanks banget, gue kangen kalian, gue kangen mendaki bersama kalian, kangen banget.

11.20.2012

Hidup Malu Tak Akan Maju Part 1

Hello Para bloggers ....!!!!!

Kali ini saya ingin memberi sedikit motivasi untuk kalian para pembaca setia blog ini. Saya akan memberi sedikit cerita dan kisah seseorang yang mungkin bisa memberi kan kalian semua semangat dalam menjalani hidup serta dapat mengurangi rasa malu dan percaya diri pembaca sekalian. Bekerja sebagai Menjual koran di negara Indonesia lebih tepatnya di stasiun mungkin bagi sebagian orang ataupun para pemuda yang mempunyai pendidikan atau bisa dibilang "Mahasiswa" merasa malu untuk melakukan perbuatan tersebut namun itu tidak bagi seorang penjual koran di Stasiun Bekasi, sebut saja namanya wahyu, wahyu merupakan seorang loper koran di stasiun bekasi disamping dia sebagai loper koran dia juga seorang mahasiswa di universitas swasta di Bekasi dan sekarang dia sedang menunggu di wisuda, kalau tidak salah di akhir tahun 2012 atau tahun 2013 dia akan di wisuda *saya lupa tanggal diwisudanya*. Wahyu telah menjual koran kurang lebih 5 tahun yang lalu hingga sekarang, bagi dia menjual koran merupakan hal positif yang bisa dilakukan siapapun karena dari pada ia melakukan hal yang negatif lebih baik ia menjual koran disamping itu dengan menjual koran ia bisa mendapatkan penghasilan dari menjual korannya tersebut. Dia tidak merasa malu terhadap teman-temannya karena dia melakukan sesuatu yang menghasilkan disamping itu dia bisa belajar yang namanya bekerja, jika ia nanti bekerja disebuah perusahaan dia sudah mendapatkan pengalaman untuk yang namanya bekerja, memang berjualan koran bukan sesuatu pekerjaan yang bisa dibanggakan namun dengan menjadi loper koran ia belajar untuk disiplin, gesit, jujur, dan ramah terhadap orang dan pengalaman yang ia dapatkan ketika menjadi loper koran karena didalam dunia pekerjaan kita dituntut untuk mempunyai sifat seperti itu dan ia telah mendapatkan dan belajar untuk mempunyai sifat tersebut. Itulah kisah wahyu seorang loper koran yang bisa saya ceritakan pada postingan kali ini dan akan ada kelanjutan dari kisah mas wahyu ini.
Dari sedikit kisah tersebut bisa kita ambil pelajaran bahwa kita tidak bisa selalu malu dan memandang sebuah pekerjaan itu rendah namun dibalik semua itu banyak pelajaran yang bisa kita dapatkan selain itu kisah mas wahyu ini bisa kita jadikan sebuah motivasi untuk diri kita bahwa kita sebagai "Mahasiswa" banyak sekali hal positif yang bisa kita lakukan selama kita kuliah dari pada kita menghamburkan uang lebih baik kita usah untuk mendapatkan walaupun mendapatkan uang itu dengan cara menjadi seorang loper koran dan kita harus bisa menghilangkan rasa malu dalam diri kita karena malu merupakan penghalang untuk menjadikan diri kita maju ... betul betul betul ...
Sekian postingan saya kali ini , jika ingin mengetahui kelanjutan kisah mas wahyu begitulah saya memanggilnya ikuti terus blog saya ini.
Terima kasih para Blogger dan pembaca semua.
*PEMBACA YANG BAIK SELALU MENINGGALKAN JEJAK, TERIMA KASIH ..
SALAM BLOGGER .